Tidaklah aku tahu sebelum itu, kawan
Hatimu yang dulu kekeringan cinta
dan wajahmu yang sering kontang air mata
rupanya telah segar dan basah digenangi kali
dari jeram deras jiwa belas
yang sangat kaya
dengan ikan semangat
dan air sejuknya yang pantas membebat.
Barangkali lembar hiba yang menyorok
garis senyum di bibirmu telah tersobek
oleh tajam masa
lalu gelak-tawamu yang lama terkurung
jauh di hulu jantung
tidak mampu engkau sendiri sembunyi
sehingga ia terlukis begitu cantik
di wajahmu.
Amanlah dirimu hendaknya
berpasang tampang kesetiaan yang ikhlas memuja
dan kuat mendoa
kebahagiaanmu.
Barulah kutahu selepas itu, kawan
Hatimu yang dulu kekeringan cinta
dan wajahmu yang sering kontang air mata
rupanya telah penuh dengan bunga-bunga wangi
suci
dan tidaklah dapat ia diisi lagi.
Klang
26 November 2007
5 comments:
Hmm..cuba menelah maksudnya..tapi tak tercapai akalku...:)
Ha..ha..ha.. Dah agak dah, kalau sajak mesti ada orang komen. Oo.., tulis biasa-biasa tak nak komen ye. BTW, sajak tu hanya rekaan semata-mata, tiada kaitan dengan yang hidup atau yang mati.
ha...ha...ha... I enjoy 'tulis biasa-biasa' more... :)
sangat absurd
absurd tu mende..
Post a Comment